Dalam pengecekan fisik terhadap produk yang beredar, ditemukan sejumlah perbedaan mencolok antara pupuk asli dan yang diduga palsu, di antaranya:
• Ukuran kemasan: Produk asli berukuran 1 liter, sedangkan yang diduga palsu hanya 500 ml.
• Desain label: Warna label, jenis font, dan gambar berbeda. Pada produk palsu, gambar petani dengan tangki semprot terlihat gelap, berbeda dengan versi asli.
• Botol dan tutup: Botol asli memiliki tekstur kasar, sementara yang palsu terasa halus. Tutup botol juga berbeda dari segi warna dan logo.
• Isi cairan: Warna dan aroma produk palsu berbeda dari produk asli. Produk asli memiliki warna hijau yang tidak mudah luntur serta aroma khas, sedangkan produk palsu lebih cair dan aromanya tidak sama.
• Segel dalam botol: Produk asli memiliki logo perusahaan di tutup dalam, sementara versi palsu polos tanpa logo.

Distribusi Diduga Melalui Bantuan Dinas

Menurut pengakuan para petani, pupuk yang diduga palsu tersebut diperoleh melalui bantuan dari salah satu dinas di Kota Kupang. Total yang diterima mencapai sekitar tiga dus atau setara 45 botol.