KUPANG, KN — Di tengah hiruk-pikuk pengunjung yang memadati lokasi Pameran Pembangunan NTT 2026 di Area Pameran Harper Kupang, Sabtu (15/8) malam, langkah strategis penanganan tanggap darurat bencana gempa Flores terus digelorakan.
Di balik kemeriahan ratusan stan UMKM dan pameran instansi, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menegaskan komitmennya untuk menjamin logistik mendesak para pengungsi di daerah terdampak tanpa hambatan birokrasi.
Untuk memangkas alur distribusi bantuan yang memakan waktu, Pemprov NTT mengeluarkan instruksi penanganan darurat yang fleksibel dan responsif.
Langkah ini diambil agar pemenuhan pangan, pakaian, hingga perlengkapan dasar pengungsi di Flores dapat diakses secara instan melalui jaringan pedagang lokal.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan langsung skema jaminan logistik tersebut saat membuka pameran pembangunan di Kupang.
Pihaknya memastikan pemerintah siap menanggung seluruh biaya transaksi pemenuhan kebutuhan dasar warga.
“Sejak pagi tadi kami sudah putuskan, untuk seluruh masyarakat terdampak bencana di Pulau Flores yang butuh makanan, pakaian, selimut, silakan koordinasi dengan toko atau kios terdekat untuk dibantu. Pembayarannya nanti dari pemerintah,” tegas Gubernur Melki di hadapan jajaran Forkopimda dan awak media.
Gubernur menjelaskan bahwa terobosan ini dilakukan agar penanganan pascabencana di lapangan berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk BPBD, Basarnas, serta TNI-Polri.
Langkah ini juga didukung peninjauan maraton ke sejumlah kabupaten terdampak seperti Sikka, Ende, Ngada, hingga Manggarai.
Selain skema belanja darurat di lokasi bencana, Pemprov NTT memanfaatan Pameran Pembangunan 2026 sebagai pusat pengerahan bantuan masyarakat.
Seluruh jajaran ASN, BUMN, BUMD, swasta, hingga pengunjung pameran diajak menyisihkan rezeki untuk aksi kemanusiaan tersebut.
“Pembangunan tidak hanya berbicara tentang kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga tentang kepedulian terhadap sesama,” pungkas Melki.









Tinggalkan Balasan