“Terima kasih untuk penyambutannya, saya lihat ini sebagai penghormatan terhadap saya,” ungkapnya.
Di hadapan Gubernur NTT, dalam kesempatan dialog yang dilaksanakan di Aula Gereja Katolik Stasi Lungar, perwakilan warga Desa Lungar menyampaikan semua keluhan dan alasan terkait penolakan mereka atas kehadiran proyek Geotermal di wilayah tersebut.
Mama Merry, salah seorang perwakilan warga Desa Lungar, kepada Gubernur mengatakan bahwa kehadiran proyek Geotermal ini tidak mendatangkan keuntungan bagi warga dan merusak tatanan adat masyarakat Poco Leok.
Menanggapi keluhan yang disampaikan oleh masyarakat Desa Lungar, Gubernur Melki menyatakan bahwa akan dilakukan dialog lebih lanjut untuk memastikan keberlanjutan proyek Geotermal ini.
Gubernur juga mengajak agar relasi persaudaraan di Poco Leok yang renggang selama ini kembali direkatkan sehingga tidak menimbulkan konflik di masyarakat.
“Geotermal itu tidak lebih hebat dari persaudaraan dan kekeluargaan. Jauh sebelum barang ini ada, kita adalah satu keluarga besar,” jelas Melki.



Tinggalkan Balasan