“Status baru ini adalah buah dari ketekunan dan komitmen kalian. Namun ingat, SK ini baru 80 persen. Masih ada 20 persen perjuangan melalui kerja nyata, disiplin, dan adaptasi dalam masa percobaan. Gunakan satu tahun ini untuk menunjukkan bahwa kalian layak,” tegas Gubernur Melki.
Ia juga menekankan pentingnya integritas, kolaborasi, dan inovasi di tengah tantangan birokrasi saat ini, termasuk beban belanja pegawai yang sudah menyerap hingga 50 persen dari total APBD NTT.
“Kita menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp2,8 triliun pada 2026. Ini hanya bisa tercapai jika seluruh ASN bekerja sungguh-sungguh, bukan hanya hadir untuk absen,” tegasnya.
Gubernur pun menginstruksikan BKD, BPSDM, biro organisasi, dan instansi terkait agar memastikan penempatan ASN sesuai kebutuhan riil daerah, merata, dan berkeadilan.
Kepada para ASN yang memasuki masa purnabakti, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas dedikasi dan loyalitas mereka selama bertugas. Ia menegaskan bahwa masa pensiun bukan akhir, melainkan awal dari kontribusi baru di masyarakat.
“Kami mengajak para pensiunan untuk tetap menjadi bagian dari kekuatan sosial dan moral di daerah ini. Bahkan kalau bisa, jadilah wirausahawan baru, penggerak ekonomi masyarakat dengan bekal pengalaman panjang yang dimiliki,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Gubernur Melki mengajak seluruh peserta untuk menundukkan kepala sejenak dalam doa mengenang Sekda Kabupaten Nagakeo, Lukas, yang wafat sehari sebelumnya.
Dengan penuh semangat, Gubernur Melki menutup arahannya dengan ajakan untuk membuktikan bahwa ASN di NTT adalah ASN yang bekerja dengan hati, berdampak nyata, dan menjadi bagian penting dalam membangun NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.
“Mari kita buktikan bahwa ASN NTT adalah ASN yang berkinerja tinggi, dengan semangat: Ayo Bangun NTT!” seru Gubernur disambut tepuk tangan meriah para peserta. (*/ab)







Tinggalkan Balasan