Baginya, pencalonon Direktur Operasional dan SDM, bukanlah ajang kompetisi atau pertarungan pribadi. Akan tetapi adalah amanah dan Mandat dari RUPS yang wajib dijalankan.
“Sekali lagi ini bukan ajang kompetisi atau pertarungan pribadi. Tapi ini adalah sebuah amanah dan mandat dari para pemegang saham yang wajib dijalankan,” ujar Rahmat.
Proses tersebut, lanjut Rahmat, adalah bagian dari pelaksanaan GCG (Good Corporate Governance) yang harus dikawal, sehingga bisa berjalan tepat waktu, dan kekosongan jabatan direksi Bank NTT saat ini dapat terpenuhi.
“Good Corporate Governance merupakan prinsip-prinsip yang diterapkan oleh perusahaan untuk memaksimalkan nilai perusahaan, meningkatkan kinerja dan kontribusi perusahaan, serta menjaga keberlanjutan perusahaan secara jangka panjang,” jelasnya.
Proses seleksi pengurus Bank NTT saat ini sedang berlangsung. Harapannya bila komposisi direksi sudah komplit, maka keinginan para pemegang saham dan masyarakat NTT untuk transformasi Bank NTT menjadi bank yang lebih baik secara profitabilitas dan tata kelola profesional akan segera terwujudkan,”



Tinggalkan Balasan