Gubernur Melki meyakini, dengan memberikan ruang bagi Bank NTT bisa berkarya secara profesional di bidang perbankan, maka Bank NTT akan menjadi bank yang bisa memberikan kontribusi untuk pembangunan di NTT.
“Karena Bank NTT sudah bagus, maka kita harapkan labanya bisa menjadi semakin tinggi. Bahkan saya dengar dari beberapa gubenrur, bahwa keuntungannya bisa mencapai 5-10 persen dari total aset. Kalau kita punya aset sekarang Rp16 Triliun lebih, maka jika hitungannya seperti BPD di provinsi lain, kita bisa mencapai di range Rp800 Miliar sampai Rp1,6 Triliun per tahun,” jelasnya.
Dikatakannya, target tersebut bisa dicapai jika Bank NTT diberikan ruang untuk bertumbuh dan berkompetisi secara sehat.
“Saya dan pak Johni Asadoma serta para Bupati dan Wali Kota, pastikan kami akan menjaga agar ke depan Bank NTT akan menuju seperti bank-bank BPD di daerah lain, yang punya prestasi bisa bertumbuh sehat dan mencapai keuntungan 5-10 persen dari total aset,” terangnya.
Gubernur NTT menambahkan, hal tersebut bukanlah mustahil, jika Bank NTT benar-benar didorong menjadi bank yang profesional tanpa intervensi politik.





Tinggalkan Balasan