Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp240 miliar, mencerminkan Manajemen Risiko yang Prudent dan Efisien,” tulis pihak Bank NTT.

Capaian ini, tidak terlepas dari kerja keras, komitmen, dan kolaborasi seluruh elemen Bank NTT, yang terus memperkuat peran sebagai lokomotif pembangunan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Inovasi Digitalisasi

Dari sisi inovasi digital, Bank NTT terus meluncurkanlayanan-layanan berbasis digital, seperti aplikasi perbankan dan sistem pembayaran modern. Dengan cara ini, Bank NTT semakin mendekatkan diri kepada masyarakat dan meningkatkan efisiensi layanan.

Layanan mobile banking mengalami pertumbuhan 78.49% (yoy), dari target transaksi diproyeksikan 6.1 juta meningkat menjadi 6.8 juta transaksi, dengan pengguna Mobile Banking mencapai 114.547 pengguna.

Transaksi melalui kanal ATM dan CRM meningkat 1.52% (yoy), sedangkan transaksi mencapai 74.84%, hal ini dipengaruhi pertumbuhan positif layanan Mobile Banking.

Layanan di EDCMmerchant tumbuh 25.63% (yoy) dengan capaian atas target 81.08%. Sedangkan layanan Agen Dia – Bisa tumbuh 15.60% (yoy) dengan capaian atas target 61.89%.