“Ini momentum penting sehingga kita bisa berjumpa dengan keluarga. Supaya kita tahu ternyata leluhur kita ada dari luar dan menjalin hubungan. Kami juga punya kisah sepertit itu. Saya ingat waktu awal saudara kami Pak Melki Laka Lena datang di Sumba. Saya termasuk orang yang berusaha untuk mencari. Setelah mamanya Pak Melki Laka Lena datang di Sumba menemui keluarga di Payeti. Saya ingat betul, mamanya Pak Melki bilang, bahtin saya merasa terikat dan terharu. Perjumpaan ini sangat penting agar generasi selanjutnya tahu bahwa ada kaitan keluarga dari luar pulau Sumba,” jelasnya.

Pdt. Yuliana sangat bersyukur dan senang, ternyata ada darah Sumba yang kini menjadi calon Gubernur NTT. “Sebagai orang Sumba, kami sangat beryukur dan senang karena ternyata ada darah turunan Sumba yang maju menjadi calon Gubernur NTT. Kami terus mendoakan agar semua proses berjalan dengan baik dan aman> Saudara kami Melki Laka Lena tidak berjalan sednirian, dukungan doa dari kami selalu mengiringi semua perjuangnya,” kata Pdt. Yuliana A. Ambu,.S.Th.,Mmin.

Diberitakan sebelumnya, ternyata calon Gubernr NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena punya darah Sumba. Tepatnya dari Uma Patunggul, Kampung Payeti, Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur.

Melki Laka Lena adalah turunan Payeti, Sumba Timur. Moyang perempuan dari ibundanya berasal dari Kampung Payeti. Namanya Rambu Hara Ana Awa yang menikah dengan seorang pria bersal dari Ende yang melahirkan sorang putra bernama Toku Wangga Jawarai.

Lantaran pertalian hubungan darah itu, keluarga besar Payeti beserta rumpun keluarga terkait mengundang Melki Laka Lena hadir dalam sebuah seremoni adat yang digelar Rabu (30/10/2024) di Uma Patunggul, Kampung Payeti.

Eduard Kondalahia yang akrab disapa Umbu Hia, perwakilan keluarga Payeti berceritra tentang hubungan pertalian darah Melki Laka Lena dengan keluarga Payeti. Kisahnya, pada awal tahun 1900 an, ketika itu rumah besar Payeti masih di Karinding, sekarang di belakang Kantor Sinode GKS Waingapu. Di situ ditempati kakek buyut bernama Umbu Nai Kuri yang punya saudari bernama Rambu Hara Ana Awa. Sebenarnya Rambu Hara Ana Awa, oleh para saudaranya sudah dijodohkan dengan seorang pria dari Kabihu Pamakat di Wangga.