Sementara terkait performa cagub cawagub NTT nomor urut 3, Ahmad Atang menyatakan, calon gubernur nomor urut tiga, Simon Petrus Kamlasi menyoroti soal pelayanan publik yang dimulai dari penegakan hukum, kolaborasi dan digitalisasi dengan target world class birocration.
“Tuntutan era digitalisasi mengharuskan semua pelayanan publik berbasis teknologi, agar lebih efektif, efisien dan tepat sasaran. Maka kerja sama dan penegakan hukum menjadi kata kunci untuk mendorong birokrasi kelas dunia,” tuturnya.
Secara umum, Ahmad Atang menilai, ketiga paslon tampil cukup bagus, dilihat dari penguasaan materi debat, argumentasi yang dubangun serta penguasaan panggung.
“Ketiga pasangan calon telah tampil cukup baik, dapat dilihat dari penguasaan materi debat, argumentasi yang dibangun, penguasaan Penggung, sehingga enak ditonton,” jelasnya.
Akademisi asal pulau Lembata ini menambahkan, pertanyaan yang dibuat oleh panelis debat memiliki bobot yang berbasis pada empirical problem.
“Sehingga ketiga Paslon dapat mengelaborasi tentu dengan perspektif yang berbeda, walaupun pada aras tertentu secara substansial terdapat kesamaan pemikiran, namun yang beda hanya kemasan dan narasi yang dibangun,” pungkasnya. (*/tim)





Tinggalkan Balasan