Akademisi asal pulau Lembata ini menambahkan, pertanyaan yang dibuat oleh panelis debat memiliki bobot yang berbasis pada empirical problem.

“Sehingga ketiga Paslon dapat mengelaborasi tentu dengan perspektif yang berbeda, walaupun pada aras tertentu secara substansial terdapat kesamaan pemikiran, namun yang beda hanya kemasan dan narasi yang dibangun,” pungkasnya. (*/tim)