Ia menjelaskan, di Manggarai ada seorang penjual Kopi yang setelah dikemas dijual dengan harga yang sangat tinggi. Selain Kopi, potensi asam di daratan pulau Timor bisa diolah untuk menjadi sejumlah produk turunan yang akan dijual dengan harga yang lebih mahal.
“Saya sudah ketemu BPOM, dan mereka sudah stand by. Kalau ini mulai gerak, maka mereka akan memberikan pendampingan, agar makin banyak produk-produk UMKM yang bisa dipakai untuk konsumsi publik,” terangnya.
Melki menegaskan, selain produk-produk pertanian, peternakan juga tidak boleh dijual dalam bentuk mentah. NTT menurut Melki, harus punya banyak produk olahan yang bisa digunakan bersama.
“Satu desa satu industri pengolahan. Saya kira bisa lah. Kalau besok lusa saya jadi Gubernur, maka kita bisa eksekusi ini lebih baik,” tegasnya.
“Melki-Johni ingin agar Pemprov NTT bisa berkolaborasi dengan sekolah-sekolah unggulan. Kalau dengan SMK-PP, saya berpikir untuk urusan perkebunan, pertanian dan peternakan kita bisa bareng, mulai dari urusan pembibitan sampai pada produksi. Soal pasar saya pikir gampang. Kami akan menyiapkan market place Pemprov NTT agar semua produk dari desa bisa dijual di situ,” tandasnya.





Tinggalkan Balasan