Diharapkan kedepan pemda TTU terus meningkatkan nilai ETPD dengan melakukan peningkatan realisasi pendapatan melalui kanal digital seperti QRIS, M-Banking dan E-commerce.
“Puji Tuhan itu yang ingin kita upayakan adalah pemerintah terus mengalami loncatan peningkatan status dalam digitalisasi keuangan daerah dan kita optimis akan hal itu,” ujarnya.
Ady mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan pembenahan infrastruktur digital dan melakukan komunikasi dengan semua pihak dari sisi pendapatan daerah maupun sisi pembelanjaan daerah dengan mendigitalisasi pendapatan dan melakukan digitalisasi pengeluaran.
“Puji Tuhan semua sudah on the track regulasi pemerintah bersiap menuju digitalisasi. Bank NTT sudah menyiapkan infrastruktur digital untuk menunjang hal hal yang diminta dan dibuat dalam tim yang perlu dinilai dalam Item-item digitalisasi daerah,”imbuhnya.
Dari sisi pendapatan daerah, bank NTT sudah mendigitalisasi 9 pajak daerah pada tanggal 23 September bertepatan dengan HUT ke-102 Kota Kefamenanu. Dari sisi pengeluaran/pembelanjaan, bank NTT terus berkoordinasi.
“Dari dinas PMD, 118 desa yang dana desanya disalurkan melalui bank NTT kita sudah mulai digitalisasi dengan menontunaikan pembayaran dana desa secara bertahap,” bebernya.
Lanjut Ady menjelaskan, pihaknya telah sepakat tanggal 23 September bahwa, pemerintah melalui bagian keuangan akan menyediakan regulasi-regulasi yang dibutuhkan baik perbup maupun SE (surat edaran) untuk pembayaran honor, makan minum, ATK, perjalanan dinas dibayarkan dengan menggunakan cash manegemen sistim.
“Dan sesuai rapat tersebut tanggal 20 Oktober kita akan serentak memberlakukan CMS non tunai untuk semua dinas OPD lingkup Pemerintah Kabupaten TTU. Terimakasih atas semua dukungan dan kolaborasi yang ada ini untuk bersama-sama mensuport dan membuat kabupaten TTU boleh mencapai loncatan-loncatan dalam digitalisasi keuangan,” pungkasnya. (*/kn)







Tinggalkan Balasan