Utang itu harus diangsur pengembaliannya selama empat tahun, sejak 2024 hingga lunas di tahun 2028 mendatang. Angsuran ditambah pokok pinjaman langsung dipotong dari DAU. Dengan utang itu membuat APBD NTT tentu saja menjadi sangat tertekan, apalagi jika menjadi satu-satunnya andalan mendongkrak pembangunan di provinsi ini.
“Untuk menghadapi kondisi itu, dan agar pembangunan di NTT tetap berlanjut, maka dibutuhkan sosok Gubernur NTT yang memiliki kemampuan luar biasa untuk menyiasatinya. Dan sosok yang pantas adalah Wakil Ketua Komisi IX DPR RI yang juga Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Emanuel Melkiades Laka Lena,” sebut pengacara Nasional asal pulau Sumba, Dr. Umbu Kabunang Rudiyanto.
Menurut Umbu Rudi Kabunang, Melki Laka Lena adalah sosok yang punya visi besar, cerdas, progresif, rendah hati dan punya pergaulan sangat luas, entah ke atas, ke samping atau ke bawah. “Pak Melki Laka Lena juga dikenal luas, tidak hanya oleh kalangan ketum parpol, tokoh bangsa dan berbagai pihak lainnya, tapi juga oleh Presiden,” sebut Umbu Kabunang Rudiyanto.





Tinggalkan Balasan