Sebagai pimpinan universitas, ia terus berkomunikasi dengan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena. Komunikasi ini dibangun dalam rangka menyampaikan usulan untuk penambahan fasilitas laboratorium dan peralatan kesehatan di RS S.K. Lerik, yang memenuhi standar sebagai Rumah Sakit Pendidikan.

Penambahan fasilitas kesehatan dinilai perlu dilakukan, agar calon dokter atau mahasiswa UCB bisa mendapatkan ilmu dan pelayanan yang paripurna selama bertugas di RS S.K. Lerik.

“Pak Wakil Ketua Komisi IX (Melki Laka Lena) sudah melakukan rapat bersama UCB dan seluruh staf di RS S.K Lerik. Beliau sudah meminta Direktris untuk menginventarisasi segala jenis kebutuhan yang dibutuhkan RS Pendidikan, untuk di-take over oleh APBN melalui kebijakan politik anggaran di Komisi IX DPR RI,” terangnya.

Prof. Frans mengakui, Melki Laka Lena punya perhatian yang sangat besar, agar rumah sakit di NTT didorong menjadi rumah sakit pendidikan yang berkualitas.

“Saya dengar dia (Melki) sudah menginisiasi anggaran untuk membangun beberapa rumah sakit pratama sebagai FKTP untuk melayani masyarakat di desa yang jauh dari rumah sakit rujukan. Jadi ini sebuah langkah maju bagi kita di NTT yang mendapat anugerah beberapa rumah sakit pratama yang dibangun di beberapa wilayah terpencil. Ini sangat bagus untuk pemerataan pelayanan medis dan kesehatan bagi masyarakat terpencil,” terangnya.