Project Manager Program MAKMUR dan Agrosolution Pupuk Kaltim Yusva Sulistyo, mengatakan program Agrosolution merupakan wujud komitmen Pupuk Kaltim dalam mendukung kesejahteraan petani, sekaligus meningkatkan produktivitas komoditas pertanian secara terintegrasi melalui pemberdayaan. Langkah ini juga salah satu cara Perusahaan mendorong sektor pertanian Indonesia, melalui produksi pertanian yang berkualitas.

Selain penyediaan bibit unggul, Pupuk Kaltim juga memberikan pendampingan teknis bagi para petani untuk penerapan teknologi pertanian presisi dalam mendorong tata kelola yang lebih efisien. Mulai dari persiapan lahan dan penanaman, hingga tahap pemeliharaan sampai masa panen. Pendampingan dilakukan bersama tim ahli Pupuk Kaltim yang memiliki pengalaman di bidang agronomi dan teknologi pertanian.

“Hal ini yang kami dorong di Purbalingga, agar program Agrosolution memberikan dampak ekonomi yang signifikan untuk mendorong kesejahteraan petani,” terang Yusva.

Menurut Yusva, Program Makmur Agrosolution dirancang dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan. Diantaranya penggunaan pupuk yang efisien hingga pengelolaan air yang baik, serta praktik pertanian yang ramah lingkungan. Petani juga diberikan berbagai kemudahan untuk mengakses agri input, termasuk jaminan pembelian hasil produksi pasca panen.

Sepanjang tahun ini, Pupuk Kaltim diamanatkan untuk mengelola program MAKMUR dan Agrosolution di seluruh Sulawesi, Kalimantan, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Selanjutnya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), NTB, NTT dan Papua Barat. Pengembangan ini melihat realisasi pada 2023 lalu, yang mencapai 72.436 hektar lahan atau mencapai sebesar 113,18 persen dari target 64.000 hektar.

“Sementara total petani yang tergabung mencapai 24.497 orang. Dari jumlah tersebut, produktivitas pertanian di berbagai sektor mampu terdongkrak secara optimal,” lanjut Yusva.

Sejalan dengan itu, program pembenihan jagung hibrida di Purbalingga ini pun ditarget untuk mengikuti keberhasilan serupa melalui kolaborasi multisektor, dengan menggali potensi komoditas unggulan alternatif untuk memberikan nilai ekonomi lebih bagi petani yang terlibat.