“Adanya program konversi ini memberikan nilai tambah untuk kami keluarga sederhana sehingga pengeluaran jauh lebih menurun terutama pembelian bensin. Motor konversi lebih banyak plusnya daripada minusnya,” kata Andi.
Senada dengan Andi, pengguna motor konversi lainnya, Khairil Anwar, juga merasa penggunaan motor konversi jauh lebih ekonomis dibandingkan motor berbahan bakar BBM.
Kharil Anwar bercerita, sebelum menggunakan motor konversi, dalam satu minggu ia perlu mengisi BBM sebanyak dua kali atau jika diakumulasi sekitar Rp 90.000.
“Kalau motor konversi sekali charge sampai full itu jumlah kwh yang kita pakai sekitar 3 atau 4 kwh atau sekitar Rp 4.500 selama satu hari, kalau dikali 7 hari cuma sekitar Rp 30.000,” ucap Khairil Anwar.
Selain BBM, sebelum beralih ke motor konversi, Khairil Anwar juga perlu menyisihkan dana untuk keperluan ganti oli yang bisa menghabiskan dana sekitar Rp 140.000.
“Setelah saya pakai motor konversi itu zero oli. Tidak ada oli sama sekali yang kita butuhkan. Jadi itu yang menyebabkan penggunaan motor listrik ini banyak efisiensi yang kita dapat sebagai pengguna,” kata Khairil Anwar.





Tinggalkan Balasan