Hal itu nantinya bisa beroperasi secara penuh sehingga bisa menjadi pembangkit utama dan menjadi penyedia untuk kebutuhan listrik di pulau Flores.

Selain itu, lanjut dia, untuk mau menuju kemandirian energi di pulau Flores diamana pembangkit yang eksisting di pulau flores sementara merupakan ada yang dari solar dan batu bara.

“Jadi didalam program energi baru terbarukan dan perencanaan pembangunan energi listrik memang potensi besar yang ada di flores ini yang di manfaatkan oleh pemerintah untuk bisa benar-benar optimis di manfaatkan menuju kemandirian energi di pulau flores,” sebutnya.

Hal ini dilakukan dengan alasan utama yakni implementasi dari Perpres nomor 112 tahun 2022 tentang percepatan energi terbarukan untuk penyediaan akan listrik.

“Di mana, kita tahu bahwa projects energi terbarukan saat ini merupakan program utama dari pemerintah pusat untuk memenuhi komitmen adanya netzero Indonesian tahun 2025 untuk terus kita gulirkan. Lalu untuk memamanfaatkan potensi dari gemuran untuk meminimalisir penggunaan BBM dan batu bara serta memenuhi parameter kelayakan ekonomi dan finansial. Itulah kenapa pemerintah melalui PLN untuk menginisiasi proses pengembangan PLTP yang akan terus kita gulirkan,” pungkasnya.