Beberapa UMKM yang masih belum go online juga langsung didaftarkan ke e-commerce dan membuat akun sosial media. UMKM mitra binaan didorong untuk memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok dan lain sebagainya.
“Sekarang adalah era digital, sehingga para pelaku UMKM juga perlu memahami salah satu cara memasarkan hasil produk mereka di toko digital,” ungkap Dede Mairizal.
Pemateri sekaligus pendiri Sojourner Creative, Areizy Mohammed Jusuf, mengungkapkan perputaran uang di sektor ekonomi digital sangat besar, diperkirakan mencapai Rp4.800 triliun di tahun 2030.
“Media sosial bisa jadi alat yang ampuh untuk memasarkan produk secara kreatif, berbagi testimoni pelanggan, dan membangun hubungan melalui interaksi real-time, dan juga dapat beriklan untuk menjangkau pelanggan. Hal ini menumbuhkan loyalitas kepada brand dan para akhirnya mendorong penjualan,” kata Areizy.
Dalam pelatihan ini, Areizy menguraikan strategi branding, marketing, sales, dan bagaimana cara mengintegrasikan strategi tersebut menjadi sebuah skema untuk mengembangkan brand secara digital.





Tinggalkan Balasan