Sementara Ruth Diana Laiskodat, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi NTT dimutasi menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi NTT.

Pj. Gubernur NTT Ayodhia G. L. Kalake dalam sambutannya meminta para pejabat yang telah dilantik untuk bekerja dengan menjunjung tinggi profesionalitas dan kreativitas.

“Saya berharap kepada saudara-saudara yang dilantik pada jabatan yang sama maupun pada jabatan yang baru agar tetap profesional, kreatif, inovatif dan berintegritas. Bangunlah semangat kerja kolaboratif baik secara internal maupun secara eksternal dengan perangkat daerah lainnya, Kabupaten/Kota, Kementerian / Lembaga, Pemerintah Pusat serta Mitra kerja lainnya,” pinta Ayodhia.

“Hari ini saudara-saudara dilantik, ada yang kembali dipercayakan mengemban jabatan pada Perangkat Daerah yang sama seperti sebelumnya, namun ada juga yang diberikan tanggungjawab baru untuk memimpin di tempat atau Perangkat Daerah yang baru. Saya mengajak saudara-saudara untuk melihat jabatan secara positif sebagai sebuah medan pengabdian dan pelayanan sebagai seorang ASN. Jabatan apapun yang dipercayakan adalah amanah dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan kepercayaan dari Pimpinan agar saudara-saudara dapat mengaktualisasikan diri secara optimal agar dapat berkontribusi positif bagi masyarakat dan daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, momentum pelantikan dan pengukuhan serta pengambilan sumpah jabatan Pimpinan Tinggi Pratama merupakan bagian dari proses Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk menjaga konsistensi pengelolaan organisasi pemerintahan yang profesional dan berkiblat pada semangat meritokrasi birokrasi.

Dari 27 pejabat tersebut terdapat 19 pejabat yang dilantik (diangkat dari jabatan lama ke jabatan baru) dan 8 pejabat yang dikukuhkan.

19 Penjabat yang dilantik