Kupang, KN – Paul Bethan selaku pengacara keluarga Roy Bolle mengaku kecewa pada tuntutan 2 tahun penjara terhadap terdakwa Marthen Soleman Konay atau Tenny Konay.

Menurut Paul Bethan, terdapat sejumlah kejanggalan yang ditemukan keluarga, sejak awal kasus ini ditangani oleh pihak Kejaksaan Negeri Kupang.

Kejanggalan yang ditemukan antara lain, tidak diperpanjangnya masa penahanan para terdakwa, dan saat mau P21 dikatakan belum cukup bukti.

“Sampai hari ini perbedaan tuntutan hukuman sangat berbeda jauh antara pelaku penusukan, dengan terdakwa lain yang disinyalir menyuruh melakukan,” terang Paul Bethan kepada wartawan, usai sidang penuntutan, Rabu (20/3/2024).

Padahal menurut Paul, saat sidang, ahli bahasa sudah dengan terang menyatakan bahwa, isi voice note Tenny Konay ada perintah untuk melakukan sesuatu.

“Seperti ini, buat apa ahli dihadirkan? Korelasinya di situ, bahwa ada yang menyuruh melakukan atau turut serta, diperkuat dengan voice note yang diperdengarkan dan keterangan para ahli bahasa dan pidana. Sehingga ada korelasi antara perintah dari Tenny Konay, kemudian diteruskan oleh Ruben Logo, dan diperdengarkan kepada para terdakwa,” terangnya.