
Gambar 1. (Kiri) Gambaran bola mata normal dengan aliran cairan bola mata yang seimbang. (Kanan) Gambaran bola mata dengan ganggguan penyerapan bola mata, mengakibatkan tekanan bola mata meningkat, menyebabkan penekanan dan kerusakan pada saraf optik. (Sumber: Glaucoma.org)
Glaukoma dijuluki sebagai “Pencuri Penglihatan” karena pada tahap awal tipe glaukoma yang paling umum (sudut terbuka) ternyata tidak ditemukan adanya gejala. Tanpa disadari oleh penderitanya, progresivitas penyakit glaukoma akan menimbulkan kerusakan lapang pandang secara perlahan-lahan hingga menjadi sebuah gejala yang signifikan dan mulai disadari oleh penderitanya. Namun sayangnya, gangguan penglihatan dan kebutaan yang sudah terjadi akibat glaukoma tidak bisa dikembalikan. Pada tahap lanjut, penderitanya akan mengalami kesulitan dalam aktivitas sehari-hari karena lapang pandang yang dimiliki sangat kecil seperti melihat dalam terowongan (tunnel vision). Hal ini akan mudah dikenali ketika penderitanya sering menabrak objek-objek saat sedang berjalan. Sebaliknya, pada glaukoma jenis tertutup umumnya akan menimbulkan gejala penglihatan buram; nyeri di area mata dan/atau kepala; mata merah; muncul halo (cincin) atau pelangi saat melihat cahaya; hingga mual dan muntah.

Gambar 2. Gambaran tunnel vision pada penderita glaukoma. (Sumber: Medscape.com)
Karena dampak kerusakan yang berat dan sulit disadari oleh penderitanya, perlu adanya perhatian khusus terhadap penyakit ini. Walaupun saat ini belum ada obat yang dapat mengembalikan kebutaan akibat glaukoma, langkah deteksi dini dan pencegahan dapat dilakukan. Jadwal deteksi dini yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan RI adalah sebagai berikut: (1) usia di bawah 40 tahun melakukan skrining setiap 2-4 tahun; (2) usia di atas 40 tahun melakukan skrining setiap 2 tahun; dan (3) bagi orang dengan riwayat keluarga memiliki glaukoma melakukan skrining setiap 1 tahun. Sedangkan pencegahan yang dimaksud memiliki tujuan menekan progresivitas penyakit sehingga kerusakan tidak meluas.







Tinggalkan Balasan