Dikatakan I Gusti Ngurah, meski fasilitas kesehatan sudah dibangun di semua Kecamatan, namun kasus kematian ibu masih terjadi di Kota Kupang.

“Kasus kematian ibu sampai bulan November ini di Kota Kupang masih ada 2 kasus kematian ibu, dan 33 bayi baru lahir yang meninggal,” ujar I Gusti Agung Ngurah.

I Gusti menyampaikan, setiap tahun jika ada kasus kematian ibu dan bayi, pihaknya selalu melakukan audit matrinal perinatal untuk melihat kembali apa yang sudah dilakukan sampai terjadi kasus kematian.

Audit ini dilakukan, agar pihaknya bisa mendapat rekomendasi yang bisa dilakukan segera, agar tahun depan kasus serupa tidak terjadi lagi.

I Gusti menambahkan, saat ini di 12 Puskesmas di Kota Kupang sudah ada alat USG, sehingga pihaknya akan melakukan USG 2 kali selama usia kehamilan.

Dengan adanya fasilitas kesehatan ini, maka ibu hamil diimbau untuk selalu memeriksakan kesehatan dirinya dan bayi di setiap Puskesmas di Kota Kupang.

“Imbaun saya untuk ibu hamil, segera melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas terdekat. Kalau memang perlu harus rujuk ke dokter spesialis, tidak masalah. Yang jelas biaya persalinan pakai jaminan kesehatan itu penting,” pungkasnya. (*)