Kupang, KN – Pemerintah Kota Kupang khususnya di wilayah Kecamatan Oebobo terus berupaya menekan angka penyakit Demam Berdarah atau DBD.

Camat Oebobo Niko Kale mengatakan, kasus demam berdarah di Kecamatan Oebobo, Kota Kupang mulai menurun dalam beberapa tahun terakhir.

“Pada tahun 2021 kasus DBD sebanyak 654 kasus dengan 3 kasus kematian. 2022 turun 455 kasus dengan 1 kasus kematian. Sedangkan 2023 turun drastis menjadi 190 kasus. Sampai dengan posisi bulan Oktober ada 1 kasus kematian,” ucap Niko kepada Koranntt.com, Senin 4 Desember 2023.

Niko menyebut, pihaknya terus melakukan sejumlah upaya untuk menekan penyakit DBD di Kecamatan Oebobo. Salah satunya melalui penerapan metode Wolbachia.

Menurutnya, Kota Kupang khususnya Kecamatan Oebobo adalah sebagai pilot project penerapan teknologi Wolbachia dari total lima kota yang ada di Indonesia.

“Penerapan teknologi Wolbachia ini bukan asal-asalan saja, tetapi sudah melalui suatu kajian ilimiah. Para ahli di UGM sudah melakukan penelitian dari 2011 dan terbukti berhasil. Akhirnya diterapkan di 5 kota yang ada di Indonesia, salah satunya di NTT itu di kota Kupang dan lebih tepatnya di Kecamatan Oebobo,” tegas Niko.