Meski demikian, I Gusti Agung Ngurah menegaskan, intervensi Stunting tidak hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan, namun perlu ada kolaborasi dari semua sektor untuk menurunkan angka Stunting di Kota Kupang.
“Sehingga program kolaborasi dengan berbagai sektor melalui program orang tua asuh tetap menjadi program yang terus dilaksanakan. Siapa saja BUMN melalui CSR dan perorangan sekalipun diberikan kesempatan menjadi orang tua asuh. Tapi paketnya adalah tetap pemberian makanan tambahan,” ucapnya.
Ia menambahkan, sesuai dengan target nasional, tahun 2024 pihaknya menargetkan Stunting di Kota Kupang turun 14%.
“Dengan kondisi 17,2% tahun 2023, masih ada selisih kurang lebih 3,2% yang harus kita turunkan. Kalau dilihat tren penurunan setiap tahun, kita bisa melihat bahwa rata-rata penurunan setiap tahun kasus itu 4 sampai 4,6%. Mudah-mudahan 2024, dengan kesenjangan 3,2% itu kita bisa capai. Mudah-mudahan bisa sampai di bawah 14%,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan