Selain itu di Posyandu, ada pemberian makanan tambahan dan penyuluhan setiap bulan oleh kader. “Kita juga mengalokasikan dana dari DAU dan Kementerian lewat dana bantuan Puskesmas, juga sedang berproses melaksanakan pemberian makanan tambahan untuk gizi kurang dan ibu hamil KEK,” terangnya.
Selain pemberian makanan tambahan, pemerintah Kota Kupang juga memberikan susu khusus untuk balita Stunting. Susu khusus itu disebut Susu PKMK untuk percepatan pertambahan tinggi badan anak.
Meski demikian, I Gusti Agung Ngurah menegaskan, intervensi Stunting tidak hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan, namun perlu ada kolaborasi dari semua sektor untuk menurunkan angka Stunting di Kota Kupang.
“Sehingga program kolaborasi dengan berbagai sektor melalui program orang tua asuh tetap menjadi program yang terus dilaksanakan. Siapa saja BUMN melalui CSR dan perorangan sekalipun diberikan kesempatan menjadi orang tua asuh. Tapi paketnya adalah tetap pemberian makanan tambahan,” ucapnya.
Ia menambahkan, sesuai dengan target nasional, tahun 2024 pihaknya menargetkan Stunting di Kota Kupang turun 14%.







Tinggalkan Balasan