“Memang permasalahannya adalah masyarakat menganggap bahwa Stunting itu tidak terlalu bermasalah. Memang tingginya anak masih di bawah rata-rata, tapi umumnya lincah,” ungkapnya.

I Gusti Agung Ngurah menyampaikan, ketika pihaknya menemukan kasus-kasus kekurangan gizi, maka intervensi jangka pendek yang dilakukan adalah pemberian makanan tambahan.

Selain itu di Posyandu, ada pemberian makanan tambahan dan penyuluhan setiap bulan oleh kader. “Kita juga mengalokasikan dana dari DAU dan Kementerian lewat dana bantuan Puskesmas, juga sedang berproses melaksanakan pemberian makanan tambahan untuk gizi kurang dan ibu hamil KEK,” terangnya.

Selain pemberian makanan tambahan, pemerintah Kota Kupang juga memberikan susu khusus untuk balita Stunting. Susu khusus itu disebut Susu PKMK untuk percepatan pertambahan tinggi badan anak.