Wajar jika ia begitu sedih. Sebab, selama di rumah dirinya selalu memanfaatkan waktu untuk bersama orang tua. Baik itu bercengkrama maupun membantu pekerjaan mereka.
Ayahnya ialah seorang peternak dan pedagang. Mereka memiliki beberapa hewan ternak seperti ayam, kambing hingga sapi. Selain memelihara hewan-hewan tersebut, ayahnya juga menjualnya di pasar. Uang hasil berjualan itulah yang digunakan untuk kehidupan sehari-hari.
Selain itu, ibu dari Arofah juga seorang pedagang. Ibunya memiliki sebuah kios di pasar yang menyediakan berbagai makanan ringan dan peralatan rumah tangga.
Sebagai anak sulung dari delapan bersaudara, Arofah kerap membantu kedua orang tuanya. “Iya (bantu orang tua), saya biasa kasih makan sapi, (membantu) motong ayam, cabut bulu ayam, terus juga bantu mama jaga kios,” jelas Arofah.
Kedekatannya dengan orang tua membuat Arofah merasa berat meninggalkan mereka. Namun, tekadnya untuk menghafal Al-Qur’an dan membahagiakan orang tua mampu menguatkannya. Baginya, tak apa jauh dari orang tua asal bisa menghadiahkan surga dengan hafalan Al-Qur’an.





Tinggalkan Balasan