“Indonesia ini berdiri, Indonesia merdeka dan bisa bertahan dan kuat seperti sekarang berpihak pada perbedaan dan keberagaman,”tegasnya

Untuk itulah Menag Yaqut memuji penyelenggaraan PESPARANI Nasional III yang katanya menemukan konteksnya sebagai ajang persaudaraan sejati mengukuhkan keberagaman bangsa sebagaimana tema nasional Pesparani tahun ini “Kebersamaan Dalam Keberagaman”

“Tema ini sangat menarik dan sangat kontekstual dengan hari pembukaan yakni 28 Oktober yang diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda, hal mana pemuda menjadi kunci kemerdekaan Indonesia,pemuda menjadi kunci kekuatan budaya bangsa, serta sebagai sumber kekuatan mewujudkan harapan bangsa yang kita semai sekarang dan nanti dituai dimasa mendatang memajukan cita-cita bangsa,” ujarnya

Dia percaya, melalui Pesparani, umat katolik akan terus menjaga keberagaman, akan menjaga pluralitas yang kita miliki sebagai kebersamaan sekaligus kekuatan bangsa.

Untuk itulah atas nama pemerintah, sangat mengantungkan diri pada umat katolik untuk terus bersama menjaga pluralitas bangsa, karena dibelahan bumi manapun selalu mengandalkan ciri plural untuk kemanusiaan sejati.

Dia meminta umat katolik harus terus menjadi contoh bagi umat agama lain. Karena dengan kebersamaan dalam keberagaman menjadi kekuatan luar biasa dalam membangun kemajuan bangsa Indonesia yang besar ini.

Nyanyikan Lagu Padamu Negeri

Sementara Uskup Agung Jakarta, Mgr.Ignatius Kardinal Suharyo memyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi DKI Jakarta yang begitu luar biasa atas pagelaran Pesparani Nasional III sebagai momentum meningkatkan ketagwaan pada Tuhan dan menyebarkan virus kebersamaan, keragaman dan persatuan nasional sebagai sesama anak bangsa.

Ucapan yang sama disampaikan kepada Menteri Agama RI Yaqut Cholil Choumas yang bersedia hadir dan membuka kegiatan tersebut serta semua pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan dimaskud

Menutup sambutannya, Mgr Ignatius mengajak seluruh hadirin untuk mengukuhkan persatuan nasional dengan bersama sama menyanyikan Hyme/Lagu Padamu Negeri, sebagi wujud kecintaan orang katolik akan bangsa dan negara, tempat seluruh tumpah darah disatupadukan untuk Indonesia nan jaya.