Bupati Kupang juga menegaskan, pihaknya mendukung penuh langkah pengurus Bank NTT untuk melakukan pembentukan CKPN, agar para pelaku usaha yang terkena dampak Covid bisa terus menjalankan usahanya dengan baik.
Ia menyebut, hanya orang yang tidak bisa membaca neraca keuangan atau tidak biasa berbisnis, yang sering mengeluarkan pernyataan seolah-olah berada di ruang hampa.
Meski demikian, menurut dia, hal tersebut baik untuk memicu pengurus Bank NTT agar lebih efektif dalam bekerja.
“Semua sudah diatur. Tapi saya kira itu baik, dalam rangka memicu kita untuk lebih efektif bekerja lebih baik ke depan. Banyak sekali Hoax, tapi sebetulnya bergantung pada benih yang kita tabur. Siapa menabur, dia akan menuai,” tegasnya.
Sebagai salah satu pemegang saham Bank NTT, Bupati Kupang mengingatkan pengurus, agar tidak melakukan penyimpangan dalam mengelola Bank NTT.
“Kontrol itu penting. Jangan dianggap sebagai racun. Kita juga mendorong agar tidak semua informasi dijadikan kasus. Tetapi harus dilihat untuk diluruskan,” ungkap Korinus.





Tinggalkan Balasan