Ketika nasabah atau masyarakat umum yang mengakses tawaran itu ketika sudah diminta memasukkan identitas lengkap, nomor rekening, nomor kartu dan nomor PIN maka segera kelar dari aplikasi atau segera membatalkan seluruh aktifitas.
“Kalau sudah ada yang meminta nama, nomor identitas, nomor kartu dan PIN. Segera stop karena itu adalah modus dari kejahatan-kejahatan penipuan berbasis teknologi,” tambah Alex.
Saat ini, pihaknya secara masif terus menyerukan melalui saluran-saluran media sosial resmi dari Bank NTT sehingga semuanya boleh menikmati kemajuan teknologi 5.0 dan kemajuan bermedia sosial tnpa harus ada yang menjadi korban.
“Artinya teknologi boleh maju tetapi mansia menjadu user, atau menjadi verifikator terhadap produk-produk teknologi yang makin maju dengan menampilajn tawaran-tawaran yang menarik. Jadi, kepada adik-adik mahasiswa, sosialisasi tentang bahaya pemanfaatan teknologi, sosialisasi tentang penggunaan teknologi secara efektif menjadi tanggungjawab kita semua,” ujar Alex.





Tinggalkan Balasan