Di bidang Pendidikan, Robert P. Fanggidae dipercaya sebagai Ketua Harian Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) Provinsi NTT untuk periode 2018-2023, dan terpilih menjadi Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) Provinsi NTT untuk periode 2023-2028., bersama Dian Yohannis sebagai Sekretaris. Ia terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Daerah (Musda) Pengda Kagama NTT yang digelar di Kupang pada Sabtu, 14 Januari 2023.
Sementara di bidang agama, Robert P Fanggidae dipercaya menjadi Ketua Tim Penanggulangan Bencana Covid-19 (TPBC19) GMIT Klasis Kota Kupang sejak 2020 sd 2022. Ia juga menjadi Anggota Majelis Sinode Gereja Masehi Injili Di Timor (Anggota MS GMIT) Bidang Ekonomi pada 2015 sd 2019.
Dalam menjalankan semua tugas dan jabatannya ini, Robert P. Fanggidae, tak lupa untuk berbagi kasih dan selalu menyalurkan berkat bagi orang lain atau sesamanya yang membutuhkan. Buktinya, pada tahun 2022, ia bersama tim telah menyalurkan 4.572 liter minyak goreng yang disubsidi Bank TLM kepada 2.364 KK di 26 lokasi dalam wilayah Kota Kupang dan sekitarnya.
Penyaluran minyak goreng murah ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang sulit mendapatkan minyak goreng di wilayah Kota Kupang saat itu.
Selain itu, selama tahun 2021 lalu, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Tim Penanggulangan Bencana Covid-19 GMIT Klasis Kota Kupang, Robert P Fanggidae telah menggelar kegiatan pelayanan vaksin bagi warga jemaat dari gereja-gereja yang ada di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya.
Bahkan, agar pelayanan vaksin lebih luas menjangkau warga jemaat, Robert P Fanggidae bahkan menggelar kegiatan pelayanan vaksin hingga ke GMIT Son Halan di Niki-Niki Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Tercatat sepuluh gereja di wilayah Klasis Kota Kupang dan 11 gereja di wilayah Klasis Kota Kupang Timur, serta sejumlah Gereja di wilayah Klasis Kota Kupang Barat ditambah satu gereja di Niki-Niki Kabupaten TTS.
Robert P. Fanggidae, yang ditemui di Bank TLM pada Selasa (19/9/2023) mengatakan, pemimpin memang harus peka terhadap kebutuhan masyarakat bawah dan yang terpenting, pemimpin harus memiliki integritas yang bergaransi sehingga bisa menghindari dan tidak melakukan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), serta melayani dengan kasih yaitu mengorbankan kepentingan pribadi, keluarga & kelompok demi kepentingan umum.







Tinggalkan Balasan