Dana itu tidak untuk disalurkan kepada setiap pengurus Karang Taruna kelurahan, karena tebentur regulasi. Tapi dalam setiap pelaksanaan kegiatan Karang Taruna Kota Kupang, pastinya melibatkan pengurus di kelurahan.

“Buat apa dana sebesar itu? Hari ini kita mendesain beberapa kegiatan seperti pelatihan, rakor, temu kader karang taruna yang melibatkan seluruh kader di kelurahan, untuk menyamakan persepsi mau dibawa ke mana Karang Taruna Kota Kupang,” ungkap Stenly.

Ia menegaskan, pelaksanaan kegiatan pelatihan Karang Taruna ke depan pastinya melibatkan para profesional di bidangnya masing-masing. Salah satunya melibatkan bagian keuangan, guna memberikan pelatihan cara membuat laporan keuangan. Hal ini untuk membentuk integritas kader Karang Taruna di bidang keuangan.

“Kita juga akan memberikan 10 alat las kepada teman-teman kader yang belum memiliki lapangan pekerjaan. Kita bekali mereka dengan ilmu, dan kita berikan alat las. Alat las ini milik Karang Taruna yang dipinjampakaikan kepada para kader,” jelasnya.

Dengan adanya sinergitas dan kolaborasi bersama Pemkot Kupang ini, Stenly berharap para kader Karang Taruna Kota Kupang dan Kelurahan bisa terlibat lebih aktif lagi dalam setiap kegiatan pembangunan di masyarakat. 

Kapolresta Kupang Kota Kombes Rishian Krisna Budhiaswanto mengajak pemuda-pemuda Karang Taruna Kota Kupang, untuk terlibat aktif dalam menjaga Kamtibmas di tengah masyarakat.

Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi, ada 4 masalah yang jadi faktor pemicu terjadinya gangguan Kambitimas di Kota Kupang.

Pertama adalah pelanggaran lalu lintas, kedua kebiasaan pesta sampai pagi yang memicu konflik, ketiga minum minuman keras, dan keempat kebiasaan masyarakat atau generasi muda melakukan balap liar. “Keempat aspek ini sering memicu terjadinya gangguan Kamtibmas,” ujarnya.

Karena itu, pemuda di Kota Kupang diharapkan bisa menjadi agen perubahan dengan cara merubah diri, serta menjauhi hal-hal yang bisa memicu terjadinya gangguan Kamtibmas di tengah masyarakat.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang Theodora Ewalde Taek mengatakan, pemuda harus diberikan kesempatan untuk membangun Kota Kupang, karena pemuda memiliki banyak potensi.