“Kalau berbicara pertanian secara keseluruhan, misalnya dalam lokus peternakan, maka kita stop membicarakan tentang peternakan. Tapi yang harus kita bicara dan lokus menjadi hak dan sentral adalah pakan. Karena kalau kita bicara dan menyelesaikan pakan ternak itu, maka kita bisa menghasilkan kualitas peternakan, selain kuantitas,” ungkap Frans Aba, dan menambahkan, begitu juga dari sisi tanaman khususnya pangan, ke depan harus lokusnya adalah pupuk dan bibit.

Ia mengajak masyarakat NTT untuk bergandengan tangan guna menghasilkan karya dan kerja-kerja besar bagi NTT tercinta. (*)