Penjabat Wali Kota Kupang juga menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Kota Kupang tengah berupaya meningkatkan kualitas pendidikan sumber daya manusia di Kota Kupang dengan membangun kemitraan dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder. Ia berharap GMIT dapat ikut bersinergi dan mendukung upaya ini.

“Pemerintah Kota Kupang saat ini berupaya mendorong peningkatan kualitas pendidikan untuk menciptakan generasi emas ke depan. Fokus utama kami terutama pada pendidikan usia dini, dasar dan menengah yang merupakan domain dari Pemerintah Kota Kupang,” ujarnya.

Untuk itu, setiap hari, George mengatakan bahwa pihaknya gencar turun ke sekolah-sekolah guna mengecek langsung implementasi dari inovasi-inovasi yang sudah di bangun melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang sejak beberapa waktu yang lalu, antara lain Program Lopo Pintar, Program Menghafal Kata dan Percakapan dalam Bahasa Inggris bagi siswa-siswi Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama se-Kota Kupang, Belajar Matematika dengan Metode gampang, asyik dan menyenangkan atau Gasing yang sudah dilaksanakan pelatihannya bagi guru dan siswa SD hingga SMP se-Kota Kupang, menghadirkan Profesor Yohanes Surya, fisikawan Indonesia dan pembimbing Tim Olimpiade Fisika Indonesia atau TOFI bersama tim dari Yayasan Teknologi Indonesia Jaya.

Menurut George, gereja juga sebagai salah satu mitra pemerintah memiliki peran penting dalam mendorong percepatan pembangunan di Kota Kupang juga diharapkan ikut terlibat dalam berbagai program pemerintah yang sudah dimulai bagi masyarakat. “Kami berharap gereja ikut ambil bagian dalam mencerdaskan anak-anak yang TUHAN titipkan kepada kita bersama, gereja dan pemerintah,” ujar George.

Usai ibadah, Penjabat Wali Kota bersama Anggota DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli menyerahkan bantuan uang senilai 70 juta rupiah dari Pemerintah Kota Kupang untuk mendukung pembangunan gedung kebaktian utama GMIT Bahtera Hayat. (PKP_jms)