Ia menambahkan, PT. Arsenet Global Sosial merupakan salah satu UMKM yang sekarang sudah mulai berkembang, sehingga tugas pemerintah adalah mendukung dalam semua sektor yang bisa dibantu.

“Jadi UMKM itu bukan saja yang kita lihat dimana – mana, seperti menjual tenun, kain, makanan dan minuman. Perusahan ini juga bagian dari UMKM. Kita harus apresiasi kehadirannya. Apalagi sudah 11 tahun beroperasi di Kota Kupang,” tandasnya.

Direktur Utama (Dirut) PT. Arsenet Global Solusi, Brislian A. Wijaya mengaku bangga karena Arsenet merupakan perusahaan internet provider lokal yang bisa bekerjasama dengan Kantor Pengacara dan Mediator Fransisco Bernando Bessi And Partners.

“Jadi kita perlukan pendampingan hukum, yang mana saat ini kita bekerjasama dengan kantor hukum Fransisco Bessi And Partners,” jelasnya.

Menurut Brislian Wijaya, Arsenet di tahun 2023 tidak saja menjadi internet service provider lokal, tetapi sudah go nasinonal, bahkan internasional.

Komisaris PT. Arsenet Global Solusi, Fauzi Said Djawas menjelaskan, Arsenet saat ini sudah berkembang di daratan Timor dan Flores. Tahun 2023 ditargetkan bisa menjangkau 12 kabupaten di NTT.

“Keunggulannya adalah kita memiliki produk rumahan yang harganya tidak begitu mahal dan bisa dijangkau semua kalangan,” ungkapnya.

Di Kota Kupang, kata dia, pihaknya sudah memiliki pelanggan hampir mencapai 2.000, dan target yang bisa dicapai adalah 20.000 pelanggan.

“Di Kupang kita baru star dengan perumahan sehingga hampir 2.000 an pelanggan. Target kita bisa mencapai dengan 20.000 pelanggan,” tutupnya. (*)