“Jadi, dalam aksi ini, kami tidak sendirian melainkan bekerjasama dengan berbahgai pihak. Kami menterjemahkan semangat kolaborasi yang selalu didengungkan oleh Guberbur NTT, dan juga Penjabat Walikota Kupang. Kami mengajak Dinas Kesehatan Kota Kupang dan didukung oleh Bank NTT,”tegas Stenly.

Sebuah tim dari Dinkes Kota Kupang, dipimpin Ferry Jelalu, membawa serta enam mesin fogging dan bersama Karang Taruna, mereka berkeliling ke kelurahan-kelurahan zona merah Demam Berdarah.

“Datanya kami peroleh dari Dinas Kesehatan, wilayah mana yang terkena DBD dan mana endemik. Sehingga inilah yang kami masuki. Dinkes melakukan fogging, dan kami dari Karang Taruna Kota Kupang membagi-bagikan ribuan ampul abate secara gratis kepada warga. Juga ada stiker himbauan DBD yang kami tempelken di setiap pintu rumah warga untuk mengingatkan mereka,”tegas mantan Pemred Jawa Pos Group ini.

Pimpinan Bank NTT Kantor Cabang Utama Kota Kupang, Boy Nunuhitu kepada media menegaskan bahwa pihaknya ikut serta dalam program ini, sebagai bukti keterlibatan perbankan terhadap kesejahteraan warga Kota Kupang.