Bupati Belu dr. Taolin Agustinus dalam sambutannya mangatakan, kolaborasi yang telah dilaksanakan dalam ekosistem ini dilandasi oleh ketulusan dan kerja sama yang sangat baik, sehingga kebijakan pemerintah Kabupaten Belu dapat dieksekusi secara baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Dengan harga saat ini per keranjang Rp540 ribu di musim hujan, dan apabila dipanen 60 hari ke depan, maka sudah jelas dengan modal Rp45 juta petani akan mendapatkan kurang lebih Rp250 Juta. Ini pekerjaan luar biasa yang menjadi motivasi bagi banyak petani di Kabupaten Belu bergabung dalam ekosistem ini,” kata Bupati Belu dr. Taolin Agustinus.

Sementara itu, pendamping dari PT. Zygenta Apsamso Kase mengatakan, petani sangat terbantu dalam kerja sama dan ekosistem ini. Dengan keterlibatan Bank NTT sangat menentukan, karena selama ini dengan pola pendampingan konvensional, petani tidak bisa bekerja dengan baik karena ketiadaan modal.

“Saat ini dengan modal yang tersedia dan pendampingan yang rutin, penggunaan obat dan benih yang tepat dan unggul dalam ekosistem ini, walau musim hujan kita tetap berproduksi dengan baik,” ungkapnya.