Jagung yang dijual, kata Juan, dibeli oleh ibunya di Pasar Oesapa, Kota Kupang dengan harga Rp10 ribu per 5 bulir. Setelah itu direbus sekitar jam 10 pagi, dan dijual siang sepulang sekolah.

“Jagung mama beli di Pasar Oesapa. Rebus jam 10 pagi, setelah itu tunggu kami pulang sekolah, makan siang habis langsung kesini untuk jualan,” jelasnya.

Meski hanya pedagang jagung, tak lantas membuat Juan mengurungkan niatnya untuk menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) di suatu saat nanti. Yah! Itulah cita-cita Juan, usai menghabiskan masa kecilnya dengan bertarung melawan kerasnya dunia.

“Kalau sudah besar saya mau jadi tentara. Supaya buat mama bangga dan bisa bantu agar mama tidak susah lagi,” harap Juan. (Veronika).