“Saya dan kaka jualan bantu mama. Kasihan mama cari uang sendiri. Jadi pulang sekolah kami jalan dari rumah di Lasiana untuk jual jagung,” ungkap Juan.

Di balik bibir mungilnya, Juan mengatakan bahwa mereka harus bantu ibunya untuk jualan, karena ayah mereka sebagai tulang punggung keluarga pun tengah mencari nafkah di tanah rantau (Kalimantan).

“Bapak ada di Kalimantan. Jadi kami jualan disini mulai jam 1 siang sampai jam 10 malam. Kalau cape dan mengantuk kami tidur disini sampai jagung sudah laku baru kami pulang. Biasanya mama kasih kami jual 50-80 bulir,” kisah Juan.

Dengan ekonomi yang pas-pasan membuat Andre dan Juan ikut bantu meringankan beban orang tuanya sebagai pejuang rupiah. Tak ada keluh yang terlontar dari mulut mereka, meski panas dan hujan menghantui. Keduanya tampak gembira menjalani keseharian mereka.

“Kami senang bantu mama. Hanya ini yang bisa kami buat untuk mama,” ungkap Juan.

Jagung yang dijual, kata Juan, dibeli oleh ibunya di Pasar Oesapa, Kota Kupang dengan harga Rp10 ribu per 5 bulir. Setelah itu direbus sekitar jam 10 pagi, dan dijual siang sepulang sekolah.