“Saya Ketua NU dari tahun 2011. Selama itu saya merasakan betul setiap kegiatan pasti Bank NTT hadir di situ. Kegiatan Buka Puasa bersama ada Bank NTT di situ. Ketika Idul Kurban Bank NTT memberikan bantuan Sapi, even-even Musda dan Rakerda NU Bank NTT selalu hadir,” tegasnya.
“Bahkan Musda NU terakhir sebelum saya diganti Bank NTT hadir di situ, dan kita tidak bisa mengharapkan BRI atau Bank lainnya untuk hadir bersama kita. Bahkan dalam kegiatan MTQ di tingkat Kabupaten maupun Provinsi, Bank NTT senantiasa memberikan suport dan dukungan,” sambung Jamaludin Ahmad.
Wakil Ketua Umum MUI Provinsi NTT ini menjelaskan, salah satu karya Bank NTT yang terus dikenang adalah ikut mendukung kegiatan Pesparani Nasional II yang digelar di Kota Kupang. “Ketika panitia mengalami kesulitan dana, Bank NTT hadir dengan memberikan dukungan yang luar biasa guna menyukseskan kegiatan Pesparani Nasional. Saya kira, bukan hanya di kalangan muslim, tapi Bank NTT juga hadir di setiap kegiatan GMIT, PHDI, Keuskupan dan kegiatan-kegiatan kepemudaan di segmen keagamaan,” tegas Jamaludin Ahmad.
Ia menambahkan, terkait dengan pemberitaan minor soal Bank NTT, Jamaludin Ahmad meminta publik untuk menyerahkan hal tersebut kepada lembaga atau instansi yang lebih berwewenang mengurus persoalan tersebut. Lembaga-lembaga seperti OJK, Bank Indonesia maupun APH lebih berwewenang untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Biarkan mekanisme itu berjalan. Tidak bisa opini publik menghakimi seseorang secara sepihak. Kita tidak boleh menjustifikasi melebihi organisasi atau lembaga yang lebih berwewenang. Jangan memperkeruh suasana dengan komentar bahwa Bank NTT tidak benar. Setiap lembaga ada mekanisme dan aturan. Sehingga setiap persoalan akan diselesaikan sesuai aturan-aturan perbankan. Kita tidak boleh memaksa lembaga atau instansi untuk menyalahkan seseorang atau sebuah lembaga secara sepihak. Harus ada aturan,” pinta Jamaludin Ahmad.
Mantan Ketua Umum Pesparani Nasional II ini menyampaikan terima kasih kepada Bank NTT atas pelayanannya kepada masyarakat NTT. “Karena itu kita menyampaikan terima kasih kepada Bank NTT, dan Bank NTT tidak boleh surut atau kendor citranya,” pesan Jamaludin Ahmad. (*)




Tinggalkan Balasan