Kupang, KN – Polemik yang diciptakan oleh mantan Dirut dan salah satu pemegang saham Seri B Bank NTT akhir-akhir ini, memicu beragam tanggapan dari masyarakat.

Berbagai respons dari masyarakat, dinilai bisa berakibat menurunnya trust atau kepercayaan publik terhadap bank kebanggaan masyarakat NTT itu.

Padahal, selama ini Bank NTT telah menjalankan fungsinya dengan baik, sebagai agent of development atau sebagai penggerak pembangunan di Provinsi NTT.

Sejumlah inovasi digitalisasi dan terobosan berupa Kredit Merdeka tanpa agunan yang digagas oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Harry Alexander Riwu Kaho sebagai PSP dan Direktur Utama Bank NTT sangat membantu masyarakat kecil. Banyak pelaku UMKM yang ada di desa-desa sangat terbantu, dengan program-program cedas Bank NTT tersebut.

Namun beberapa persoalan di internal Bank NTT kemudian dibesar-besarkan sehingga menuai sejumlah respons di kalangan masyarakat. Sebagian orang seperti lupa dengan apa yang sudah dilakukan oleh Bank NTT sejauh ini.