“Terima kasih untuk ibu menteri LHK dan seluruh Dirjennya yang telah menetapkan Nusa Tenggara Timur khususnya Labuan Bajo sebagai sebuah tempat untuk melakukan rapat besar, untuk kick off pelaksanaan Sosialisasi 22 Provinsi, Indonesia’s FOLU Net Sink 2030. Kami berterimakasih, karena yang pasti uangnya datang yang banyak di tempat ini dan memberikan kontribusi yang besar bagi PAD,” kata Gubernur Viktor.
Mantan ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir dari seluruh Indonesia.

“Selamat datang di Nusa Tenggara Timur. NTT adalah tempat yang indah, ini daerah yang kekayaannya bukan bersumber dari tambang mas, batu bara, nikel dan sebagainya, ini berbeda. Kayanya karena datang dari alamnya yang cantik luar biasa yang merupakan anugerah Tuhan, dan itu sebagai kekuatan dalam membangun provinsi ini,” ujar Gubernur VBL.

“Saya sangat gembira hari ini karena adanya program ini, Forestry and Other Land Use (FOLU), kami sudah menyerahkan proposal ke ibu Menteri LHK tadi pagi. Kami juga sudah mengerjakan pekerjaannya yakni agroforestry terus kami bangun. Kami sudah punya bibit bambu sebanyak 2,5 juta dan kami sudah tanam 1.300 hektar khusus untuk bambu. Bambu ini berbeda, kalau orang biasa berbicara bambu, itulah yang bisa menyelamatkan Nusa Tenggara Timur karena didalam satu rumpun bambu menyimpan 5.000 liter air di dalamnya. Agroforestry itu bisa berjalan baik di NTT kalau ada bambu,” jelas Putera asli Semau tersebut.