Gubernur menegaskan, bambu merupakan masa depan dunia dan memiliki fungsi yang sangat banyak untuk kehidupan manusia.
“Agroforestry merupakan manajemen pemanfaatan lahan secara optimal dan lestari melaui cara mengkombinasikan kegiatan kehutanan dan pertanian pada unit pengolahan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat, dan bambu merupakan solusi untuk hal ini.
Bambu adalah hidup masa depan. Sekarang sepedapun dibuat dari bambu. Bapak Presiden Jokowi beberapa hari yang lalu naik sepeda, sepedanya itu terbuat dari bahan bambu dan pohon bambunya itu berasal dari flores, NTT,” pungkas Gubernur NTT.
Sementara itu, Menteri LHK, Siti Nurbaya Abubakar, memberikan apresiasi kepada Gubernur NTT.
“Saya bergembira tadi pak gubernur sudah bisa menjadi contoh karena pak gubernur sangat memahami tentang FOLU Net Sink,” jelas Menteri LHK.
Lebih lanjut, Menteri Siti Nurbaya juga menyampaikan harapannya agar apa yang telah disepakati akan menjadi komitmen bersama untuk diwujudnyatakan.
“Saya berharap dengan yang sudah konkrit ini harusnya jangan rapat-rapat terus hanya soal merencanakan, tetapi harus segera ditindaklanjuti. Arahan dan catatan kritis dari bapak Gubernur tentu dapat jadi perhatian kita semua,” kata Menteri Siti.
Menteri LHK juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Gubernur NTT dan jajaran Pemerintah Daerah terhadap langkah-langkah implementasi Indonesia’s FOLU Net Sink.
“Kerja nyata selama ini yang dilakukan harus bisa dicatat sebagai bukti yang avidance akuntable dengan mtv, jadi ada metode pengikutnya yang dapat di implementasikan. Ada yang sangat bagus di NTT, dengan kondisi-kondisi yang ada yang telah kita lihat dipameran. Pada konteks ini terkait eko wisata NTT, kalau kita lihat NTT mesti kita lihat Bali. Waktu kita mengembangkan NTT dengan Komodo ini sebagai destinasi baru yang strategis, kita merujuk pada Bali dan Mataram. Ini yang terus juga kita pelajari,” jelas Menteri Siti.
Menteri LHK juga menugaskan jajarannya agar segera dalam dua sampa tiga bulan kedepan untuk melakukan riset.



Tinggalkan Balasan