LPPDM Duga Ada Permainan Dibalik Hilangnya Delapan Gardu PLN Ruteng

Pihak PLN sebelumnya sudah melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib, namun laporan itu diduga belum diproses atau masih mengendap di Polres Manggarai.

Marsel Nagus Ahang (Foto: Yhono Hande)

Ruteng, KN – Kasus hilangnya delapan unit gardu atau trafo milik PLN Rayon Ruteng hingga kini menjadi polemik di berbagai kalangan masyarakat.

Pihak PLN sebelumnya sudah melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib, namun laporan itu diduga belum diproses atau masih mengendap di Polres Manggarai.

Ketua LSM Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat (LPPDM), Marsel Nagus Ahang, mengatakan, laporan yang dilakukan PLN ke polisi merupakan bagian dari kamuflase semata.

Menurut Marsel, hilangnya delapan unit gardu atau trafo di gudang, diduga kuat ada permainan orang dalam PLN Ruteng, sehingga terkesan ada pencurian.

“Laporan diduga hanya kamuflase. Jelas ada permainan orang dalam. Besar dugaan bahwa pencurian gardu itu ada permainan orang dalam yang bekerja sebagai staf PLN,” ujar Marsel, Senin 23 Januari 2023.

BACA JUGA:  5 Lembaga Survei Unggulkan Melki Laka Lena di Pilgub NTT

Dia menegaskan, pihak PLN justru melakukan rekayasa, bahwa saat pencurian, kamera CCTV dalam keadaan rusak, serta security sedang tidak berada ditempat.

“Itu semua rekayasa. Mereka hanya beralasan CCTV rusak, dan bisa saja satpam saat itu manager PLN menyuruhnya jangan masuk kerja,” jelasnya.

Kepada pihak kepolisian, Marsel berharap agar segera memanggil kepala PLN Ruteng untuk dilakukan pemeriksaan secara khusus.

“Polisi harus periksa manager PLN Ruteng, dan polisi wajib memenuhi durasi waktu 120 hari kedepan untuk mengungkap pelaku tindak pidana tersebut,” tandasnya.(*)