Kupang, KN – Kawasan wisata Pantai Warna Oesapa, Kota Kupang dipenuhi sampah plastik dan kayu. Sampah berserakan di sepanjang bibir pantai akibat terbawa arus angin barat.
Pantai Warna Oesapa merupakan kawasan wisata yang cukup ramai dikunjungi masyarakat, karena jaraknya sangat dekat dengan pusat Kota Kupang.
Menariknya, di tepian pantai ini terdapat banyak cafe yang bertebaran, dan menjadi tongkrongan favorit kawula muda di Kota Kupang.
Meski demikian, kawasan pantai itu kini tampak seperti tak terurus, akibat cuaca buruk melanda NTT, yang mengakibatkan sampah bertebaran dimana-mana.
Warga Oesapa, Ande Naetboo, mengatakan, kawasan pantai warna Oesapa memang selalu dipenuhi sampah ketika musim barat tiba.
“Musim begini memang banyak sampah. Setelah masuk bulan Januari, tidak ada lagi penimbunan sampah seperti sekarang,” ujar Ande, Jumat 30 Desember 2022.
Menurut Ande, untuk membersihkan sampah, biasanya ada gerakan peduli lingkungan, baik dari pihak pemerintah, aparat keamanan, mahasiswa dan masyarakat setempat.
“Dengan adanya sampah ini kami sangat terganggu, karena aroma tidak sedap, serta pemandangan yang tidak bagus,” jelasnya.
“Apalagi pantai ini merupakan salah satu tempat wisata dan terlebih bagi mereka yang tiap hari melintasi di area ini,” tambahnya.
Sebagai masyarakat, Ande berharap adanya perhatian dan kepedulian dari Pemerintah Kota Kupang untuk segera membersihkan sampah.
“Sehingga sampah ini tidak berlama-lama di pantai ini, dan tidak menyebabkan pencemaran laut, serta muncul berbagai penyakit,” terangnya.
Senada, Rezky, seorang nelayan yang ditemui awak media mengaku setiap tahun kondisi pantai warna Oesapa selalu dipenuhi sampah.
“Terlebih di akhir bulan Desember, sampah penuh disini. Karena Oesapa sebagai muara, sehingga ketika hujan turun air mengalir membawa sampah kesni,” ungkapnya.
Ia menambahkan, karena kondisi cuaca yang buruk, tempat wisata pantai warna ditutup untuk sementara waktu, hingga cuaca kembali membaik.
“Tempat wisata pantai warna-warni Oesapa ditutup beberapa pekan hingga kondisi cuaca stabil kembali,” pungkasnya.
Terkait tindak lanjut dari pemerinta setempat dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat(LPM) belum ada konfirmasi lebih lanjut. (Ratna/Veronika)







Tinggalkan Balasan