Inflasi NTT Tahun 2022 Capai 6,74 Persen, Warga Diminta Tidak Panic Buying

Inflasi per November YoY 6,74 persen. Ini di atas angka nasional yang hanya 5,42 persen.

Daniel Agus Prasetyo (Foto: Ama Beding)

Kupang, KN – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat inflasi tahun 2022 mencapai 6,74 persen.

Deputi Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT Daniel Agus Prasetyo mengatakan, inflasi menjadi konsentrasi semua pihak termasuk Presiden, Menteri dan tentu saja Kepala Daerah di seluruh Indonesia.

“Inflasi per November YoY 6,74 persen. Ini di atas angka nasional yang hanya 5,42 persen,” kata Daniel kepada wartawan, Rabu 28 Desember 2022.

Ia menjelaskan, inflasi year on year dipengaruhi oleh administred prices sebesar 3,78 persen, angkutan udara 1,34 persen, Bensin 1,23 persen dan angkutan dalam kota 0,72 persen.

Selain itu, Bank Indonesia juga mencatat terjadi inflasi pada bulan Desember 2022 sebesar 0,97 persen. Inflasi ini dipengaruhi oleh tekanan harga yang disebabkan oleh peningkatan kebutuhan.

BACA JUGA:  Tampil di Forum Kemenparekraf, Dirut Bank NTT Bicara Digitalisasi dan Percepatan Akses Keuangan di Desa

Daniel meminta warga untuk tidak melakukan panic buying. Masyarakat harus berbelanja dengan bijak. “Stok masih banyak. Sehingga masyarakat tidak perlu panic buying. Beras tersedia, ikan, daging, sayuran dan semuanya masih tersedia,” katanya.

Pedagang-pedagang pun diimbau untuk mencari keuntungan yang wajar. TPID, kata Daniel, pasti akan trun ke lapangan untuk memeriksa harga barang. TPID juga terus melakukan pemantauan harga di sisi eceran dan pedagang besar.

“Jadi masyarakat diminta untuk tetap tenang. Ini hal yang kita sama-sama alami, tapi kita optimis dan harus tetap waspada untuk tahun 2023,” ucapnya.

“Kita berharap Pemprov, Pemkab maupun Pemkot perlu lakukan hal-hal untuk menekan angka inflasi yakni menyiapkan bahan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau,” tandasnya. (*)