Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho kepada wartawan, beberapa saat seusai Raker bersama kepala daerah menjelaskan bahwa salah satu strategi penguatan modal inti adalah membentuk Kelompok Usaha Bank dengan Bank DKI.
“Dengan KUB tentu aspek pasar kita untuk sektor industri semakin bertambah. Juga soal transfer knowledge (pengetahuan) dan penguatan SDM serta dunia digitalisasi yang semakin luas dan hebat. Nah, mereka (Bank DKI) sudah mendahului, terutama SDM-nya sehingga akan terbangun networking hubungan dagang yang makin kuat antara NTT dan DKI,” ujar Dirut Alex.
Bahkan dia mencontohkan pada sektor peternakan, pengembangan ternak kecil dan besar untuk kebutuhan pangsa pasar ternak di DKI bisa dipasok dari NTT. “Bicara industrialisasi, DKI yang memiliki kapasitas dan modernisasi pengolahan berbagai komoditi, maka akan terbuka peluang untuk investasi dari Jakarta masuk ke NTT untuk produksi dari NTT keluar dalam bentuk produk yang sudah jadi, bukan lagi barang-barang mentah. Dampaknya pada pertumbuhan nilai ekonomi dengan nilai unggul dan daya tumbuh tentu akan terungkit,” jelasnya.





Tinggalkan Balasan