Sebelumnya, ketika menerima rombongan, Alisjahbana menjelaskan mengenai keberadaan PT. Talasi di Tambolaka. Bahwa mereka sudah hadir selama tiga tahun terakhir dan dalam masa itu, mereka sudah banyak berbuat. Diantaranya membeli hasil bumi yang diproduksi masyarakat seperti jambu mente yang kemudian diolah menjadi beraneka produk turunan. Di lokasi ini, kita bisa menemukan susu mente, begitu pula buahnya diolah lagi menjadi beraneka produk. Ada juga tanaman kopi serta lokasi khusus roasting kopi khas Sumba. Tak hanya itu, mereka pun memproduksi minyak serai dan masih banyak lagi. Rombongan gubernur dan para bupati, diajak berkeliling ke lokasi-lokasi sentra produksi untuk melihat dari dekat pengolahan minyak sereh dan lainnya. Juga ada penanaman secara simbolis aneka tanaman produksi.
Sementara Gubernur Viktor saat itu menyentil tata cara bertani kebanyakan masyarakat. Diakui bahwa masih banyak yang bertani dengan menggunakan cara-cara tradisional dan menerapkan pola bertani ala manusia purba. Tak hanya itu, dia menyebut, ada cara berikut yakni dengan menggunakan teknologi, mekanisasi alat-alat pertanian, maka itu berarti sudah naik kelas. Dan sudah ada kemajuan ketika ada hasil pertanian yang dibeli, lalu dijual kembali ke pihak-pihak yang membutuhkan hasil pertanian tersebut.
“Nah ini kita kenal dengan bursa komoditi. Bursa komoditi ini untuk memantau perdagangan dari seluruh komoditi dari pertanian. Itu level kedua. Naik lagi, prosesing terhadap hasil pertanian. Jadi tanpa sadar kita hari ini kita sedang naik ke level tiga, yakni prosesing industri,” tegasnya.
Dikatakannya, kita memerlukan proses tersebut walau masih berskala kecil, karena untuk memulai sesuatu yang besar harus dari yang kecil. Dan butuh fondasi yang kuat. Diakui kehadirannya bersama Forkopimda semata-mata untuk saling terikat secara moral agar nantinya kedepan pihak-pihak yang bekerjasama lebih bertanggungjawab lagi.
“Memang seara hukum ada dokumen yang ditandatangani, namun secara moral, ada kepastian bahwa ada seorang relasi yang memiliki visi serta networking yang baik, mau datang dan menjalin kerjasama secara serius di NTT, untuk mendesain apa yang kita makan dan minum serta pakai, berasal dari NTT,” tegas VBL. (*)







Tinggalkan Balasan