Rencananya, setiap tamu yang nasuk ke sana dan menggunakan kendaraan, retribusi parkirnya serta karcis masuknya menggunakan kanal pembayaran Bank NTT. Karena itu, pemerintah desa setempat meminta perhatian Pemda untuk memperhatikan akses jalan masuk ke lokasi, yang juga merupakan lokasi pengangkutan hasil pertanian seluas 520 Ha.
Lokasi pemancingan ikan sangat strategis yaitu di pinggir jalan Trans Malaka – Atambua, dan menurut juri, ini adalah modal menjadi utama.
“Tinggal bagaimana desa mempromosikan potensi desa agar masyarakat bisa mengetahui kolam pemancingan ikan air tawar di desa ini,”tegas James. Kepala desa juga disarankan berdiskusi dengan camat dan bupati untuk menghadirkan event yaitu lomba memancing ikan air tawar sehingga Desa dan Bumdes bisa mendapatkan keuntungan dari event tersebut.
Kunjungan Desa Bianeno
Sementara, pada Kamis 17 November 2022 juri Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD Tahun 2022, Dr James Adam melanjutkan penjurian di desa binaan berikutnya, yakni Desa Bianeno, Kecamatan Sasitamean Kabupaten Malaka dengan potensi unggulan yaitu tenun ikat yang sudah turun temurun menjadi warisan. Mereka pun memiliki hasil pertanian seperti kemiri, peternakan sapi dan babi.





Tinggalkan Balasan