Pemerintah Desa Napan pun membentuk sejumlah kelompok tenun, beranggotakan ibu-ibu rumah tangga di desa setempat, dan setiap hasil produksinya dijual di pusat penjualan yang terletak di halaman rumah Antonius Anton.
“Kami punya tenunan yang coraknya beaneka ragam. Semuanya hasil karya ibu-ibu di Napan. Kami bersyukur karena usaha kami kian maju, keuntungannya jutaan rupiah dan dari usaha ini, banyak menghidupi rumah-rumah tangga di sini, dan anak-anak kami pun bisa kuliah,” tegas Anton yang usai menerima tim juri di rumahnya harus segera ke Kupang meenghadiri wisuda anaknya pada Jumat (18/11) pagi. “Anak saya bisa menamatkan kuliahnya dari usaha ini,” tegasnya dengan wajah gembira.
Pimpinan Bank NTT Cabang Kefamenanu, Fridolina M. M Faturene saat itu menjelaskan, Napan adalah satu dari empat desa lainnya yang mengikuti Festival Desa Binaan Bank NTT.
“Kami mempersiapkan desa ini menjadi peserta festival, karena usaha kreatif masyarakat disini cukup variatif dan berkembang. Napan adalah sebuah destinasi pariwisata, karena di sini ada PLBN, sehingga tempat usahanya kami dampingi, dan hari ini mereka boleh bertumbuh menjadi desa yang cukup berhasil,” tegasnya menambahkan, Bank NTT memfasilitasi kelompok ini, sehingga setiap transaksinya menggunakan kanal yang disiapkan oleh Bank NTT.





Tinggalkan Balasan