Dia menjelaskan, platform digital yang disiapkan bisa terkoneksi dengan bank manapun, dan semuanya bisa dilakukan secara online. “Jadi di Kota Kupang juga kita akan terapkan,” pungkasnya.

Ketua umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) NTT, Bobby Liyanto, menjelaskan, Provinsi NTT banyak sekali memilki potensi hebat yang sedang dilirik para investor luar untuk berinvestasi.

“Kita tahu NTT saat ini mengalami pertumbuhan yang cukup bagus, salah satunya di sektor pariwisata yang menjadi prime mover. Sehingga developer besar sedang melirik peluang untuk masuk kesini,” jelasnya.

“Dan saya yakin, ini adalah momen yang tepat untuk bisa mendorong pertumbuhan properti kita di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),” jelas Bobby menambahkan.

Menurut Bobby, penjualan properti di NTT, khususnya Kota Kupang masih dikuasai para makelar yang menjual properti dengan harga yang tidak menentu. Kadang mereka membuat harga sendiri.

“Jadi Xavier Marks ini sebenarnya makelar juga, tetapi yang profesional. Karena mereka paham. Misalkan mau jual tanah, maka mereka akan cek tanah dan kelengkapan data. Sehingga kalau mau aman, datang ke Xavier marks,” ungkapnya.