Pada kesempatan yang sama pula, Sekda mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Kupang  sementara melaksanakan sejumlah aksi dalam mendukung turunnya  prevalensi stunting serta pemberian  Vitamin pada bayi dan balita. “Ini merupakan bentuk intervensi spesifik yang kita lakukan dalam upaya penurunan prevalensi  stunting,” jelasnya.

Saat ini angka stunting di Kota Kupang masih realtif tinggi yakni 21,5 %, sementara target yang ingin Pemkot Kupang capai tahun 2023 adalah 10 % sebagaimana kesepakatan pada raker Gubernur bersama Bupati dan Walikota Se- Nusa Tenggara Timur di Labuan Bajo beberapa waktu lalu. Menurutnya ini merupakan tantangan tersendiri yang harus diselesaikan melalui kerja-kerja kolaborasi, kerja cerdas semua stakeholder untuk mencapai target yang sudah ditetapkan.

Kepala Bidang Sosial Budaya pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang,  Imelda Fonyke Nange,ST.,MT, selaku panitia dalam laporannya menjelaskan bahwa, berdasarkan panduan manajemen suplementasi Vitamin A, maka waktu pemberian kapsul Vitamin A pada bayi 6-11 bulan dan balita 12-59 bulan, dilaksanakan serentak setiap bulan Februari dan Agustus di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas dan posyandu secara gratis. Namun ditemukan bahwa cakupan pemberian kapsul Vitamin A pada balita (6-59 bulan) di Indonesia tahun 2020 baru mencapai 86,3%, berdasarkan pada sumber data Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kemenkes RI pada tahun 2021.

Saat ini Kementerian Kesehatan sedang dalam penerapan sistem pencatatan dan pelaporan yang terkomputerisasi (E-Ppgbm/Sigizi) untuk Program Gizi Nasional. Sistem E-Ppgbm dikembangkan untuk menangkap berbagai indikator gizi, termasuk cakupan Suplementasi Vitamin A dari semua anak balita berdasarkan nama dan alamat (by name, by address). Untuk mendukung Kemenkes dalam upaya peningkatan kualitas data suplementasi Vitamin A maka pada tahun 2020/21, nutrition international (ni) bersama Reconstra Utama Integra  mendanai kegiatan data quality audit (dqa). Kegiatan ini bertujuan menilai Fungsionalitas Sistem Pemantauan dan evaluasi serta mekanisme pelaporan data program suplementasi Vitamin A di berbagai tingkat yaitu pada tingkat Posyandu, tingkat Puskesmas, Kabupaten, Provinsi dan Tingkat Pusat pada enam Kabupaten Kota di tiga Provinsi yaitu Provinsi Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat Dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.