“Jadi usaha ini saya buka sejak tahun 2018 lalu, dan langsung masuk jadi UMKM binaan Bank NTT. Sejak itu, semua event yang disponsori Bank NTT, kami selalu dilibatkan,” jelasnya.
Selain dilibatkan dalam Pesparani yang disponsori Bank NTT, pemilik E-Mart Shop ini juga memanfaatkan platform digital untuk menjual produknya berupa tenunan dan aksesoris etnik NTT.
“Jadi kita jualan online juga, dengan memanfaatkan platform digital seperti instagram, facebook, dan marketplace jenis lainnya,” ungkapnya.
Yetti mengakui, ia sering melayani pelanggan atau pembeli dari luar Provinsi NTT, bahkan luar negeri, yang memesan produk dari E-Mart Shop.
“Pembeli ada yang dari Jakarta, Papua, Surabaya, dan bahkan dari luar negeri. Kalau pengiriman biasanya via JNE dan lion parcel,” jelasnya.
“Soal pembayaran, bisa menggunakan Qris Bank NTT dan kartu debit. Kalau ada orderan dari luar NTT, pembayaran menggunakan sitem transfer,” tambah Yetti.
Di E-Mart Shop, kata Yetti, ia menyiapkan semua jenis kain dengan motif yang bervariasi dari semua daerah yang tersebar di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).





Tinggalkan Balasan