“Salah satunya melalui festival seni budaya keagamaan. Di kalangan umat Islam ada MTQ, umat Kristiani ada Pesparawi, umat Hindu ada Utsawa Dharma Gita dan umat Katolik ada Pesprani,” demikian Frans Salem.

Pesparani NTT II sejatinya dilaksanakan pada tahun 2020 di Kota Kupang namun karena Pandemi COVID 19 sehingga ditunda sampai dua kali yakni tahun 2020 dan 2021 dan baru bisa dilaksanakan tahun ini.

Adapun agendanya, 04 September kedatangan peserta, dilanjutkan misa pembukaan, serta upacara pembukaan dan pada 5-6 September 2022 adalah pelaksanaan lomba, serta pada 7 September misa penutupan dan 8 September pemulangan peserta.

Dalam kesempatan itu Dirut Harry Alex Riwu Kaho mengharapkan agar kiranya partisipasi ini sedikit berkontribusi demi suksesnya kegiatan akbar tersebut.

“Walau jumlahnya yang sedikit dan jauh dari yang dibutuhkan, namun besar harapan kami ini pun memberi arti bagi suksesnya kegiatan Pesparani,” tegas Alex, sapaan karibnya.

Masih pada moment yang sama, mantan Direktur Dana yang sukses melahirkan banyak program spektakuler ini mengharapkan agar kedepan dalam kegiatan yang sama, panitia dapat berkoordinasi dengan Bank NTT.